Sabtu, 18 Desember 2010

BISNIS : SEBUAH PROFESI ETIS ?


Dengan pertanyaan judul di atas, pada akhirnya ingin menegaskan tesisnya bahwa bisnis dapat menjadi sebuah profesi etis, sejauh sistem politik ekonomi yang mengenal aturan yang jelas dan fair, disertai kepastian keberlakuan aturan tersebut, bisnis dapat berkembang secara optimal menjadi sebuah profesi yang etis. Bisnis, bisa menjadi sebuah profesi etis, bila :
  1. Ditunjang oleh  sistem politik ekonomi yang kondusif
Ø  aturan yg jelas dan fair
Ø  kepastian keberlakuan aturan tersebut
Ø  aturan hukum yg mengatur kegiatan bisnis
Ø  sistem pemerintahan yg adil dan efektif
  1. Prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik
1. Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
  1. Etika Umum
berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagiman manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
  1. Etika Khusus
adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika sebagai Refleksi adalah pemikiran moral. Etika sebagi refleksi krisis rasional meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada norma dan nilai moral yang ada di satu pihak dan situasi khusus dari bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat. Dalam etika sebagai refleksi kita berfikir tentang apa yang dilakukan  dari khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.  Etika sebagai refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. Etika dalam arti ini dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.
Etika Khusus
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
  1. Etika Individual
lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  1. Etika Sosial
berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
  1. Etika Lingkungan hidup
berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung  atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan. Etika Lingkungan dapat berupa :
Ø  cabang dari etika sosial, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan manusia yang berdampak pada lingkungan.
Ø  Berdiri sendiri, sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungannya.
  2. Etika Profesi
  1. Pengertian Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.
Orang Profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Orang yang profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjan tersebut.
Ciri-ciri Profesi :
Ø  Adanya keahlian dan ketrampilan khusus
Ø  Adanya komitmen moral yang tinggi
Ø  Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya
Ø  Pengabdian kepada masyarakat
Ø  Pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut.
Ø  Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
Kode Etik adalah Aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut biasanya disebut Kode Etik. Ada 2 sasaran pokok dari kode etik, yaitu :
Ø  kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian entah secara sengaja atau tidak sengaja dari kaum profesional
Ø  kode etik bertujuan melindungi keluhuran profesi tersebut dari perilaku-perilaku bobrok orang-orang yang mengaku diri profesional Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya
Ø  ini berarti ia hidup sepenuhnya dari profesi ini
Ø  Ini berarti profesinya telah membentuk identitas orang tersebut. Ia tidak bisa lagi dipisahkan dari profesi itu, berarti ia menjadi dirinya berkat dan melalui profesinya.
Pengabdian kepada masyarakat
Adanya komitmen moral yang tertuang dalam kode etik profesi ataupun sumpah jabatan menyiratkan bahwa orang-orang yang mengemban profesi tertentu, khususnya profesi luhur, lebih mendahulukan dan mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadinya.
Profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut
Ø  Keberadaan izin khusus, karena menyangkut kepentingan orang banyak, dan terkait dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup, kesehatan dsb.
Ø  Izin khusus bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pelaksanaan profesi yang tidak benar.  Atau izin merupakan bentuk perlindungan awal atas kepentingan masyarakat
Ø  Izin juga sesungguhnya merupakan tanda bahwa orang tersebut mempunyai keahlian, ketrampilan dan komitmen moral yang diandalkan dan dapat dipercaya
Ø  Wujud dari izin, bisa berbentuk surat izin, sumpah, kaul, atau pengukuhan resmi di depan umum. Yang berhak memberi izin  adalah negara sebagai penjamin tertinggi kepentingan masyarakat.
Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi
Ø  Contoh : IDI, IAI
Ø  Tujuan organisasi profesi ini terutama adalah untuk menjaga dan melindungi keluhuran profesi tersebut.
Ø  Tugas Pokoknya adalah menjaga agar standar keahlian dan ketrampilan tidak dilanggar, kode etik tidak dilanggar, dan berarti menjaga agar kepentingan masyarakat tidak dirugikan oleh pelaksanaan profesi tersebut. oleh anggota manapun.
Prinsip tanggung jawab:
Ø  Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan terhadap hasilnya
Ø  Bertanggung jawab atas dampak profesinya ini terhadap kehidupan orang lain, khususnya kepentingan orang-orang yg dilayani.
Ø  Bentuk : mengganti kerugian, pengakuan jujur dan tulus secara moral sebagai telah melakukan kesalahan, mundur dari jabatan dsb.
Prinsip-prinsip etika profesi
Ø  Prinsip Keadilan. Prinsip ini terutama menuntut orang yang profesional agar dalam menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yg dilayani dalam rangka profesinya
Ø  Prinsip Otonomi. Prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Karena hanya kaum profesional ahli dan terampil dlm bidang profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut
Ø  Prinsip Otonomi. Batas-batas prinsip otonomi :
ü  Tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan moral) atas kemajuan profesi tersebut serta (dampaknya pada) kepentingan masyarakat
ü  Kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum profesional, pemerintah tetap menjaga, dan pada waktunya malah ikut campur tangan, agar pelaksanaan profesi tidak sampai merugikan kepentingan umum
ü  Prinsip Integritas Moral
ü  prinsip ini merupakan tuntutan kaum profesional atas dirinya sendiri bahwa dalam menjalankan tugas profesinya ia tidak akan sampai merusak nama baiknya serta citra dan martabat profesinya.
3. Menuju Bisnis sebagai Profesi Luhur
Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya  sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan  yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
Pandangan Praktis-Realistis
Ø  Pandangan ini bertumpu pada kenyataan yang diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihat bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan
Ø  Bisnis adalah suatu kegiatan Profit Making. Dasar pemikirannya adalah bahwa orang yang terjun ke dlm bisnis tidak punya keinginan  dan tujuan lain selain ingin mencari keuntungan. Kegiatan bisnis adalah kegiatan ekonomis dan bukan kegiatan sosial. Karena itu, keuntungan itu sah untuk menunjang kegiatan bisnis. Tanpa keuntungan bisnis tidak bisa jalan
Pandangan Praktis-Realistis. Asumsi Adam Smith :
Ø  Dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja di mana setiap orang tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu sekaligus dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri
Ø  Semua orang tanpa terkecuali mempunyai kecenderungan dasar untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
Pandangan Ideal
Ø  Disebut pandangan ideal, karena dalam kenyataannya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Sebagai pandangan yang ideal pandangan ini baru dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme berdasarkan nilai yang dianutnya.
Ø  Menurut pandangan ini, bisnis tidak lain adalah suatu kegiatan diantara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ø  Dasar pemikirannya adalah pertukaran timbal balik secara fair di antara pihak-pihak yg terlibat. Maka yang mau ditegakkan dalam bisnis yang menyangkut pandangan ini adalah keadilan komutatif, khususnya keadilan tukar atau pertukaran dagang yang fair.
Ø  Menurut Adam Smith, pertukaran dagang terjadi karena satu orang memproduksi lebih banyak barang sementara ia sendiri membutuhkan barang lain yang tidak bisa dibuatnya sendiri.
Ø  Menurut Matsushita  (pendiri perusahan Matsushita Inc di Jepang), tujuan bisnis  sebenarnya  bukanlah mencari keuntungan melainkan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan keuntungan tidak lain hanyalah simbol kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis suatu perusahaan.
Ø  Dengan melihat kedua pandangan berbeda di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa citra jelek dunia bisnis sedikit banyaknya disebabkan oleh pandangan pertama yg melihat bisnis sekadar sebagai mencari keuntungan.
Ø  Atas dasar ini, persoalan yang dihadapi di sini adalah bagaimana mengusahakan agar keuntungan yang diperoleh ini memang wajar, halal, dan fair. Terlepas dari pandangan mana yang dianut, keuntungan tetap menjadi hal pokok bagi bisnis.
Ø  Salah satu upaya untuk membangun bisnis sebagai profesi yang luhur adalah dengan membentuk, mendukung dan memperkuat organisasi profesi.Melalui organisasi profesi tersebut bisnis bisa dikembangkan sbg sebuah profesi dlm pengertian sebenar-benarnya sebagaimana dibahas disini, kalau bukan menjadi profesi luhur.

Sumber tambahan:
Keraf, A. Sonny.2005.Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan ke-9. Kanisius: Yogyakarta


TEORI -TEORI ETIKA BISNIS


            Beberapa pengertian dasar tentang etika, moralitas, etiket atau sopan santun, nilai dan norma yang semuanya akan sangat berguna untuk memahami makna etika bisnis.
1. Pengertian Etika
Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ jamaknya ( ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat.
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Pengertian etika adalah moralitas. Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak – Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan
Etika sebagai Filsafat Moral
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Etika  dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai
a)      Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
b)      Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional.
a)      Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
b)      Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
c)      Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
d)     Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional.
e)      Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba
f)       Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.
2. Tiga Norma Umum
Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Macam Norma :
1.      Norma Khusus
adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain
2.      Norma Umum
sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
3.      Norma Sopan santun
adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama
4.      Norma Hukum
adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
5.      Norma Moral
yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
          Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :
a)      Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi  kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
b)      Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri
c)      Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense)
3. Teori Etika
a.  Etika Teleologi
dari kata Yunani,  telos = tujuan,
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
  • Egoisme Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
  • Utilitarianisme Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis
Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
a)      Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
b)      Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)
b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
(1)   Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
(2)   Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
(3)   Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
(4)   Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.
(5)   Perintah Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu mrpk hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tsb.
(6)   Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan  apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak
c. Teori Hak
1.       Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.
2.      Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
3.      Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a)      Kebijaksanaan
b)      Keadilan
c)      Suka bekerja keras
d)     Hidup yang baik
e)      Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
f)       Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi.
g)      Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.
h)      Keramahan merupakan inti  kehidupan bisnis, keramahan  itu hakiki untuk setiap hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.
i)        Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata untuk mendapat gaji, tetapi mempunyai juga komitmen yang tulus dengan perusahaan.
j)        Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan.
k)      Rasa malu membuat karyawan solider dengan kesalahan  perusahaan.


Sumber tambahan:
Keraf, A. Sonny.2005.Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan ke-9. Kanisius: Yogyakarta

Selasa, 26 Oktober 2010

Tablet Sulit Mengejar Netbook

ADOPSI massal tablet tersendat karena harga tablet masih terlalu tinggi dibandingkan netbook. Namun para produsen tablet diperkirakan rela memangkas harga apabila persaingan berlangsung semakin sengit.

Akibat kehadiran komputer tablet iPad produksi Apple Inc, volume penjualan netbook global pada 2010 dipastikan melemah. Meski demikian, firma riset ABI (Allied Business Intelligence) Research Inc meyakini, tablet tidak akan mampu menandingi popularitas netbook. ABI Research memperkirakan volume penjualan netbook global pada 2010 akan mencapai 43 juta unit. ABI Research mengakui, volume penjualan netbook global pada 2010 memang lebih rendah daripada 2009. Sebab, ABI Research menegaskan, volume penjualan netbook global pada 2009 mencapai sekitar 50 juta unit.

"Sebagian penyebab penurunan volume penjualan netbook global pada 2010 adalah kehadiran komputer tablet seperti iPad. Akibat iPad, pertumbuhan volume penjualan netbook global pada 2010 anjlok tajam," tutur Principal Analyst ABI Research Inc Jeff Orr.

Saat volume penjualan netbook global anjlok, ABI Research meyakini volume penjualan tablet global pada 2010 akan melambung menjadi 11 juta unit. Namun demikian, ABI Research menegaskan bahwa tablet akan memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum mampu menyamai volume penjualan global tahunan netbook.

"Suatu produk dianggap sebagai produk massal apabila sanggup meraih volume penjualan antara 40 juta unit hingga 50 juta unit per tahun. Tablet tidak akan mampu menembus volume penjualan global setinggi itu dalam waktu beberapa tahun mendatang," papar Orr.
ABI Research menjelaskan, pengganjal utama adopsi massal tablet adalah faktor harga. ABI Research mengamati, pada 2010 satu unit komputer tablet rata-rata dipasarkan seharga USD650. Pada saat yang sama, ABI Research menambahkan, harga jual rata-rata netbook di dunia pada 2010 hanya berkisar USD300 per unit.

"Tablet akan sanggup menumbangkan popularitas netbookapabila harga tablet turun semakin mendekati netbook. Meski begitu, diperlukan kompetisi sangat sengit agar para produsen tablet bersedia memangkas harga tablet hingga mendekati netbook," kata Orr.
Sayangnya, ABI Research menegaskan, kompetisi di pasar tablet global tidak akan memanas hingga paling tidak dua tahun mendatang. Sebab,di pasar tablet global Apple hanya akan bertarung melawan Samsung Electronics Co Ltd. Samsung mengandalkan tablet bernama Galaxy Tab yang menggunakan sistem operasi Android produksi Google Inc. Produsen smartphone Black- Berry, yaitu Research In Motion (RIM) Ltd memang sudah memperkenalkan tablet bernama BlackBerry PlayBook. Namun begitu, ABI Research menilai, Play- Book tidak akan sanggup bertarung melawan iPad dan Galaxy Tab karena bahkan tidak dilengkapi konektivitas internet seluler.

"PlayBook akan kesulitan menembus dominasi iPad dan Galaxy Tab karena PlayBook tidak bisa beroperasi secara mandiri. Sebab, untuk mengakses internet seluler, PlayBook harus menumpang koneksi internet seluler smartphone BlackBerry," tutur Practice Director ABI Research Inc Kevin Burden.

Selaras dengan perkiraan ABI Research, firma riset iSuppli Corp memprediksi, Apple akan tetap mendominasi pasar global komputer tablet hingga 2012. iSuppli menjelaskan, perkiraan itu dilandasi tren yang terjadi di pasar global smartphone. Diketahui, pada 2007 Apple merilis smartphone revolusioner iPhone. iSuppli mencermati, para pesaing Apple di pasar global smartphone perlu waktu dua tahun untuk dapat merilis smartphone yang benar-benar sebanding dengan iPhone.

"Kejadian yang sama akan berulang di pasar global komputer tablet. Para pesaing Apple akan membutuhkan waktu paling sedikit dua tahun untuk dapat merilis tablet yang mampu menyajikan pengalaman komputasi setara iPad," ujar tutur Director Monitor Research iSuppli Corp Rhoda Alexander. Dengan iPad, iSuppli memperkirakan, Apple akan mendominasi pasar global komputer tablet pada 2010 dengan pangsa 74,1 persen.

Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan bahwa belasan pesaing Apple akan memperebutkan pangsa yang hanya tersisa 25,9 persen. Karena pesaing bertambah banyak, iSuppli meyakini pangsa Apple di pasar global komputer tablet memang akan melemah. Akan tetapi, pelemahan pangsa pasar itu terlalu kecil untuk dapat menggoyahkan dominasi Apple di pasar global komputer tablet.
sumber : okezone.com

Minggu, 17 Oktober 2010

Pengertian Etika Bisnis

Untuk memahami apa itu etika sesungguhnya kita perlu membandingkannya dengan moralitas. Baik etika dan moralitas sering dipakai secara dapat dipertukarkan dengan pengertian yang sering disamakan begitu saja. Ini sesungguhnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja perlu diingat bahwa etika bisa saja punya pengertian yang sama sekali berbeda dengan moralitas.

Secara teoritis kita dapat membedakan dua pengertian etika, yaitu :
Pertama, etika berasal dari kata Yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya (ta etha) berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Kebiasaan ini lalu terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai sebuah kebiasaan.

Dalam pengertian ini etika justru sama persis dengan pengertian moralitas. Moralitas berasal dari kata latin mos, yang dalam bentuk jamaknya (mores) berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Jadi, etika dan moralitas sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.

Kedua, etika mempunyai pengertian yang jauh lebih luas dari moralitas dan etika dalam pengertian pertama diatas. Etika dalam pengertian kedua ini dimengerti sebagai filsafat moral, atau ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama diatas. Maka, etika dalam pengertian ini lebih normative dank arena itu lebih mengikat setiap pribadi manusia.

Sebaliknya, etika dalam pengertian kedua sebagai filsafat moral tidak langsung member perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Maka etika dalam pengertian kedua dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia dan mengenai masalah – masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma – norma moral yang umum diterima.

Sumber: Keraf, A. Sonny.2005.Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan ke-9. Kanisius: Yogyakarta.



Rabu, 19 Mei 2010

kritik dan saran tentang mata kuliah softskill


Bahasa Indonesia 2 berbeda dengan Bahasa Indonesia 1. Yang membedakannya adalah pada semester ini Bahasa Indonesia 2 menjadi mata kuliah softskill. Yaitu mata kuliah yang menggunakan system dimana dosen dan mahasiswa hanya bertatap muka sebulan sekali dan setiap tulisan dan tugas di masukkan dalam studentsite masing – masing.
Ibarat koin uang, mata kuliah softskill mempunyai dua sisi, yaitu kelebihan dan kekurangan. Disini saya akan memberikan kritik dan sarannya.
Kritik
Mata kuliah softskill harus di evaluasi kembali. Karena masih membingungkan dan tidak memiliki aturan yang jelas sehingga terjadinya kesalah pahaman dalam penyampaian informasi.  Pembuatan tulisan dalam hal ini kurang adanya peraturan baku, yaitu seperti membuat tulisan dengan penggunaan blog pribadi yang di link ke studentsite atau menulis langsung di wartawarga, yang seharusnya satu kebijakan saja. Karena diketahui wartawarga masih mengalami sistem eror sehingga merugikan mahasiswa yang menulis langsung di wartawarga dan tidak terlihat oleh dosen bersangkutan.
Softskill pada Bahasa Indonesia 2 tidak ada yang namanya dosen pengampu. Berbeda dengan matakuliah softskill yang sebelumnya pernah saya terima. Dan kurangnya penjelasan bagaimana cara mendapatkan nilai terbaik dalam softskill tersebut. Di balik itu semua hal yang dirasakan adalah kebebasan dalam memasukkan berbagai tulisan baik yang dihasilkan sendiri taupun mengkutip tulisan orang lain.

Saran
Masih banyak kekurangan disana sini dalam mata kuliah sofskill dan kedepannya bisa lebih baik. Saran saya adalah para dosen sofskill memberikan penjelasan tentang penilaian dalam pembuatan tulisan dan bisa menilai mana yang  tulisan originalitas dan duplikasi. Karena dirasakan tak ada perbedaan antara copy paste dan hasil pemikiran sendiri. sehingga membuat malas untuk berfikir membuat suatu tulisan karena dinilai sama. Tugas yang diberikan secara kelompok maupun individu sudah bagus dalam penempatannya dan mempunyai aturan yang jelas.
Demikian isi kritik dan saran saya semoga bermanfaat untuk mata kuliah softskill agar lebih baik dari sebelumnya.




Kamis, 06 Mei 2010

Manfaat yang di dapat dari mata kuliah Bahasa Indonesia1 dan Bahasa Indonesia2


Mata Kuliah Bahasa Indonesia 1 dan Bahasa Indonesia 2 memberikan manfaat yang menyeluruh dalam segala bidang yang menyangkut komunikasi dan penulisan.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Karena Bahasa adalah pemersatu bangsa Indonesia, maka seharusnya lah generasi muda mendapatkan pengetahuan tentang Bahasa Indonesia di Universitas untuk memperdalam ilmu tentang Bahasa Indonesia. Sehingga mahasiswa mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar, yaitu jelas, singkat, padat, dan berisi.
Selain itu pembahasan dalam Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana cara penulisan ilmiah dan penulisan skripsi yang benar dan yang berguna untuk semester berikutnya. Selain itu saya juga mendapatkan pengetahuan tentang penulisan kata, karangan ilmiah, ragam bahasa, diksi, EYD, kalimat efektif, paragraf, kerangka karangan, kutipan, dll.